Dua istilah ini sering dipakai bergantian, padahal keduanya dibuat untuk pekerjaan yang berbeda. Salah memilih di awal bukan cuma soal biaya, tapi soal website Anda jadi tidak menghasilkan apa-apa meski tampilannya bagus.
Kabar baiknya, cara memilihnya sederhana kalau Anda tahu pertanyaan yang tepat. Dan pertanyaan itu bukan "mana yang lebih bagus", melainkan "pengunjung saya datang dari mana, dan mereka sudah tahu apa tentang saya".
Perbedaannya bukan soal jumlah halaman
Penjelasan yang paling sering beredar adalah landing page itu satu halaman dan company profile itu banyak halaman. Itu benar secara bentuk, tapi menyesatkan kalau dijadikan dasar memilih.
Perbedaan sesungguhnya ada pada tujuan:
Company profile menjawab pertanyaan. Siapa Anda, apa yang Anda kerjakan, apa buktinya, dan bagaimana menghubungi Anda. Pengunjung datang dengan rasa ingin tahu dan pergi dengan rasa percaya.
Landing page meminta satu tindakan. Daftar, beli, pesan, atau hubungi. Semua isinya diarahkan ke satu tombol itu. Apa pun yang tidak mendukung tindakan tersebut justru dihilangkan, termasuk menu navigasi.
Karena itu landing page sengaja dibuat tanpa banyak jalan keluar. Menambahkan menu lengkap ke sebuah landing page justru melemahkan fungsinya.
Website company profile
Ini rumah utama bisnis Anda di internet. Alamat yang Anda cantumkan di kartu nama, bio media sosial, dan penawaran.
Isi yang umumnya diperlukan: beranda, halaman layanan atau produk, portofolio atau studi kasus, halaman tentang, dan halaman kontak. Banyak yang menambahkan blog untuk menjaring pengunjung dari mesin pencari.
Cocok kalau:
Calon klien Anda perlu menilai kredibilitas sebelum menghubungi, terutama untuk jasa dengan nilai besar
Anda punya lebih dari satu layanan atau lini produk
Anda ingin ditemukan lewat pencarian Google dalam jangka panjang
Bisnis Anda sering dicari namanya oleh orang yang sudah pernah mendengar tentang Anda
Yang perlu diantisipasi: company profile butuh isi yang lebih banyak. Kalau halaman portofolio dibiarkan kosong atau halaman blog berhenti diisi setelah dua artikel, kesannya justru berkebalikan dari yang diinginkan.
Landing page
Halaman tunggal yang dirancang untuk satu kampanye atau satu penawaran.
Susunannya biasanya berurut: janji utama di bagian atas, penjelasan masalah yang dipecahkan, bukti berupa testimoni atau angka, penanganan keraguan, lalu ajakan bertindak yang diulang beberapa kali sepanjang halaman.
Cocok kalau:
Anda sedang menjalankan iklan berbayar dan ingin mengukur hasilnya
Penawarannya spesifik dan berjangka, misalnya promo, kelas, atau peluncuran produk
Anda ingin menguji apakah sebuah ide produk diminati sebelum membangun lebih jauh
Pengunjung datang sudah dalam keadaan tertarik, jadi tidak perlu diyakinkan dari nol
Yang perlu diantisipasi: landing page tidak membangun kehadiran jangka panjang. Begitu iklannya berhenti, pengunjungnya ikut berhenti. Dia juga jarang menang di pencarian organik karena isinya terbatas pada satu topik penawaran.
Perbandingan singkat
Aspek | Company profile | Landing page |
|---|---|---|
Tujuan | Membangun kepercayaan | Mendorong satu tindakan |
Sumber pengunjung | Pencarian, rujukan, kartu nama | Iklan, tautan kampanye, media sosial |
Navigasi | Lengkap | Dihilangkan atau sangat minim |
Umur pakai | Bertahun-tahun, diperbarui berkala | Selama kampanye berjalan |
Ukuran keberhasilan | Pengunjung organik, permintaan masuk | Tingkat konversi, biaya per prospek |
Kebutuhan isi | Banyak dan berkelanjutan | Sedikit tapi harus tajam |
Cara memilih: mulai dari sumber pengunjung
Ini kerangka yang kami pakai saat berdiskusi dengan klien. Jawab tiga pertanyaan berurutan.
1. Pengunjung Anda datang dari mana?
Kalau sebagian besar datang karena mengetik nama bisnis Anda di Google atau melihat kartu nama, mereka mencari informasi. Company profile. Kalau mereka datang dari klik iklan yang Anda bayar, mereka datang karena satu penawaran. Landing page.
2. Apa yang terjadi kalau mereka belum siap memutuskan hari ini?
Untuk jasa dengan nilai besar, orang jarang memutuskan di kunjungan pertama. Mereka membandingkan, melihat portofolio, lalu kembali beberapa hari kemudian. Perilaku itu butuh company profile. Untuk pembelian kecil yang keputusannya cepat, landing page cukup.
3. Apakah Anda punya bahan untuk mengisinya?
Company profile tanpa portofolio dan tanpa penjelasan layanan yang jelas hanya akan jadi brosur kosong. Kalau bisnis Anda baru berjalan dan belum punya banyak bahan, mulai dari landing page yang tajam lebih masuk akal, lalu berkembang seiring bertambahnya materi.
Tiga contoh kasus
Kerangka di atas jadi lebih jelas kalau dilihat pada situasi nyata.
Konsultan yang mengandalkan rujukan
Calon klien mendengar namanya dari kenalan, lalu mencari di Google untuk memastikan dia nyata dan menilai pengalamannya. Yang dibutuhkan company profile dengan halaman portofolio dan studi kasus yang kuat. Landing page tidak menjawab kebutuhan ini karena tidak ada yang bisa ditelusuri.
Penyelenggara kelas daring musiman
Tiap batch dipromosikan lewat iklan berbayar dan media sosial selama dua minggu. Pengunjung datang sudah tertarik, tinggal butuh keyakinan dan tombol daftar. Landing page per batch lebih tepat, dan hasilnya bisa langsung diukur terhadap biaya iklan.
Produsen yang punya banyak lini produk
Pembeli perlu menelusuri katalog, membandingkan tipe, dan mencari spesifikasi. Ini company profile dengan katalog, bukan landing page. Kalau ada peluncuran produk baru yang diiklankan, barulah dibuat landing page khusus untuk produk itu, terpisah dari katalog utama.
Kesalahan yang sering terjadi
Membuat company profile lalu memasang iklan ke halaman berandanya. Pengunjung iklan mendarat di halaman umum, bingung harus ke mana, lalu pergi. Biaya iklan terbuang.
Membuat landing page sebagai satu-satunya kehadiran. Saat calon klien mencari nama bisnis Anda untuk memastikan Anda nyata, tidak ada yang bisa ditemukan.
Memaksa landing page punya menu lengkap. Tiap tautan tambahan adalah jalan keluar bagi pengunjung sebelum mereka sampai ke tombol utama.
Company profile tanpa ajakan bertindak yang jelas. Informasinya lengkap, tapi pengunjung tidak tahu langkah berikutnya. Halaman kontak yang tersembunyi di menu paling ujung termasuk masalah ini.
Kalau ternyata butuh dua-duanya
Ini yang paling umum terjadi pada bisnis yang sudah berjalan, dan sebenarnya tidak sulit diatur.
Company profile jadi rumah utama di alamat utama Anda. Landing page dibuat di alamat turunan, misalnya sebuah halaman khusus untuk tiap kampanye, dan hanya diakses lewat tautan iklan. Keduanya berbagi identitas visual yang sama sehingga tetap terasa satu brand.
Urutannya biasanya company profile dulu sebagai fondasi, baru landing page menyusul saat ada kampanye. Kecuali Anda memang sedang menguji sebuah ide produk, maka urutannya bisa dibalik.
Pertanyaan yang sering muncul
Landing page bisa dibuat di dalam website yang sudah ada?
Bisa, dan itu cara yang umum. Halaman tersebut dibuat tanpa menu utama supaya tetap fokus, tapi tetap berada di domain yang sama sehingga reputasinya menumpuk di satu tempat.
Mana yang lebih bagus untuk SEO?
Company profile, karena punya lebih banyak halaman dan bisa ditambah artikel. Landing page dibuat untuk lalu lintas berbayar, bukan untuk bersaing di hasil pencarian.
Bisnis yang baru mulai sebaiknya pilih yang mana?
Tergantung cara Anda mencari pelanggan sekarang. Kalau mengandalkan rujukan dan media sosial, company profile sederhana sudah membantu. Kalau langsung beriklan, landing page lebih tepat sasaran.
Apakah company profile harus punya blog?
Tidak harus. Blog berguna kalau Anda ingin dicari orang yang belum mengenal Anda. Kalau tidak sanggup mengisinya secara rutin, lebih baik tidak dibuat sama sekali daripada dibiarkan usang.
Terakhir
Pertanyaannya bukan mana yang lebih baik, tapi pekerjaan apa yang sedang Anda minta dikerjakan. Company profile membangun kepercayaan dari waktu ke waktu. Landing page mengubah perhatian yang sudah ada jadi tindakan.
Kalau Anda masih ragu, mulai dari satu pertanyaan tadi: pengunjung Anda datang dari mana. Jawabannya hampir selalu langsung menunjuk pilihan yang tepat.
Sudah tahu jenis yang dibutuhkan tapi belum punya gambaran anggarannya? Kami membahas faktor yang menentukan biaya pembuatan website secara terpisah. Untuk membahas kebutuhan Anda langsung, lihat layanan web development kami atau mulai dari konsultasi gratis.
- #Website
- #Branding